41 postingan pada periode Desember 2025 dikelompokkan berdasarkan Suka, Komentar, dan Bagikan memakai K-Means — memisahkan konten yang perform tinggi dari yang perlu strategi berbeda.
Klik titik untuk membuka postingan
Total impresi per postingan, diplot menurut tanggal publikasi
Kategori kecil digabung ke “Lainnya”
| Tanggal | Ringkasan | Suka | Komentar | Total |
|---|---|---|---|---|
| 3 Des | PESONA NUSANTARA BEKASI KEREN 2025 HADIR KEMBALI!!! Ayo meriahka… | 1.205 | 52 | 1.257 |
| 4 Des | Dalam rangka pelaksanaan Pesona Nusantara Bekasi Keren 2025, aka… | 605 | 52 | 657 |
| 17 Des | PASAR MURAH BERSUBSIDI KOTA BEKASI Dalam rangka menja ga stabili… | 179 | 74 | 253 |
| 2 Des | Pemerintah Kota Bekasi melalui Disdukcapil Kota Bekasi memberika… | 214 | 25 | 239 |
| 4 Des | Pemerintah Kota Bekasi melalui DPMPTSP Kota Bekasi kembali menye… | 206 | 9 | 215 |
| Tanggal | Ringkasan | Suka | Komentar | Total |
|---|---|---|---|---|
| 15 Des | Jangan sampai tertipu website palsu yang mengatasnamakan Disnake… | 0 | 1 | 1 |
| 25 Des | Natal kali ini terasa lebih hening. Ada doa-doa yang lebih panja… | 9 | 0 | 9 |
| 2 Des | Perkembangan Indek Harga Konsumen (IHK) Kota Bekasi-November 202… | 10 | 0 | 10 |
| 9 Des | Hasil Survei Kepuasan Masyarakat Triwulan IV Tahun 2025 Diskomin… | 11 | 0 | 11 |
| 1 Des | Hari AIDS Sedunia mengingatkan kita bahwa empati, dukungan, dan … | 14 | 0 | 14 |
k = 2 · n = 41 postingan
Setiap postingan punya 3 angka mentah: Suka, Komentar, Bagikan. K-Means butuh angka-angka itu dalam skala yang sebanding, jadi sebelum dikelompokkan, datanya diproses lewat 4 langkah di bawah — memakai angka asli dari data yang sedang ditampilkan, bukan contoh dummy.
Suka/Komentar/Bagikan sangat skewed — sebagian kecil postingan viral bisa 10-40x lipat postingan biasa. Tanpa transformasi ini, K-Means akan mengisolasi postingan viral itu sendirian jadi cluster-nya sendiri, bukan tier Rendah/Sedang/Tinggi yang berguna.
log_value = ln(1 + nilai_asli)
Contoh dari data ini: 1.205 Suka → ln(1+1.205) = 7,095
Setelah log, tiap fitur diubah ke skala rata-rata 0 memakai mean & standar deviasi dari seluruh data yang sedang ditampilkan (41 postingan):
z = (log_value − mean) / std
| Fitur | Mean (log) | Std (log) |
|---|---|---|
| Suka | 3,779 | 1,190 |
| Komentar | 0,993 | 1,218 |
| Bagikan | 0,000 | 1,000 |
Titik pusat awal dipilih (k-means++), lalu tiap postingan di-assign ke centroid terdekat dan centroid dipindah ke rata-rata anggotanya — diulang sampai stabil. Diulang 12 kali dari titik awal berbeda, hasil dengan inertia (total jarak² ke centroid) terkecil dipakai:
Inertia terpilih: 35,64
| Tier | Avg Suka | Avg Komentar | Avg Bagikan |
|---|---|---|---|
| Engagement Rendah | 29,3 | 0,7 | 0,0 |
| Engagement Tinggi | 262,3 | 23,0 | 0,0 |
Centroid di atas adalah hasil balik dari koordinat standar ke satuan asli — begitulah bentuk “postingan rata-rata” di tiap tier.
Contoh nyata — postingan dengan total impresi tertinggi di data ini (1.205 suka, 52 komentar, 0 bagikan). Setelah log+standardisasi, jarak Euclidean-nya ke tiap centroid dihitung, lalu diassign ke yang terpendek:
| Tier | Jarak ke centroid |
|---|---|
| Engagement Rendah | 4,184 |
| Engagement Tinggi | 1,434 ← terpendek, terpilih |
Kenapa tier bisa berganti nama saat k diubah? K-Means sendiri tidak tahu mana cluster “rendah” atau “tinggi” — label itu ditentukan belakangan dengan mengurutkan centroid berdasarkan jumlah koordinat standarnya, dari yang terkecil (Rendah) ke terbesar (Tinggi). Silhouette score mengukur seberapa rapi pemisahannya: untuk setiap postingan, bandingkan jarak rata-rata ke sesama anggota cluster (a) dengan jarak rata-rata ke cluster tetangga terdekat (b), lalu (b−a)/max(a,b) — dirata-rata ke semua postingan. Skor mendekati 1 berarti cluster terpisah rapi; mendekati 0 berarti banyak yang tumpang tindih.